Pada tanggal 25 Juni 2026, terjadi penyerahan diri yang melibatkan Komandan Batalion Ovir Kodap IV Sorong Raya, Simon Orocomna, dan Komandan Batalion Sair Kodap IV Sorong Raya, Paulinus Muuk, berserta 35 anggota. Lokasi acara berlangsung di Pos Mayerga Satgas Pamtas Yonif 410/Alugoro, menandakan langkah positif dalam upaya integrasi kembali ke NKRI.
Acara tersebut dilanjutkan dengan pengucapan ikrar setia dan penyerahan bendera bintang kejora serta senjata api, yang dipimpin oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto. Dihadiri pula oleh Letkol Inf Sudarmanto S.I.P M.I.P, Gubernur Papua Barat, Pangdam XVIII/Kasuari, dan berbagai pejabat lainnya, peristiwa ini berlangsung di Lapangan Makodam Kodam XVIII/Kasuari.
Dengan pendekatan yang mengedepankan keselamatan dan kesejahteraan, Satgas Pamtas Yonif 410/Alugoro berusaha membangun kepercayaan di kalangan warga. Keberhasilan ini terlihat dari banyaknya orang yang sebelumnya terlibat dengan OPM kini memilih untuk kembali ke dalam pangkuan NKRI bersama keluarga mereka.
Menurut Letjen TNI Lucky Avianto, proses ini berlangsung selama enam bulan dengan pendekatan yang bersifat persuasif dan humanis. Ia mengungkapkan bahwa kesadaran individu terhadap masa depan yang lebih baik menjadi alasan utama bagi mereka untuk kembali ke rumah.
Kesepakatan antara Satgas Yonif 410/Alugoro dan Anggota Kodap IV/Sorong Raya menghasilkan keputusan untuk menjadikan mereka sebagai warga NKRI; ini terjadi di Pos Mayerga. Enam pucuk senjata api juga diserahkan sebagai simbolis, di mana salah satu senjata mengindikasikan keterlibatan aparat sebelumnya. Harapan besar diletakkan pada kembalinya 37 orang ini untuk meningkatkan stabilitas dan pembangunan di Kabupaten Teluk Bintuni dan Papua Barat.

