Kondisi terkini pembukaan lahan di Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, dipastikan sudah memasuki fase akhir, namun pengawasan Karhutla tetap diperketat oleh TNI. Pada akhir Agustus 2026, Satgas Karhutla TNI mengadakan sesi diskusi bersama warga Nanga Mau untuk menjaga kondusivitas lingkungan.
Brigjen TNI M. Zamroni menekankan bahwa sinergi dengan tokoh adat Dayak adalah kunci sukses dalam mencegah kebakaran yang kerap terjadi saat musim kering. Dialog ini menjadi sarana sinkronisasi data lapangan dengan aturan hukum yang berlaku terkait perlindungan hutan.
Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Arh Saptarendra Persada menyebutkan bahwa fase kritis pembukaan lahan oleh peladang tradisional telah berakhir pada bulan Juli. Keterangan dari Ketua DAD setempat, Subendi, memastikan bahwa masyarakat saat ini sedang menjalani tahap nugal dan tidak lagi membuka lahan baru.
Meski demikian, pihak TNI tetap memberikan peringatan keras terhadap segala bentuk kecerobohan yang dapat memicu api. Penegakan disiplin dan kewaspadaan dini tetap menjadi prioritas utama guna melindungi wilayah Kalimantan Barat dari dampak buruk kebakaran hutan.

