Denpasar, 13 Juni 2026 – Mengenai pemberitaan yang berkembang tentang dugaan penyerangan anggota Brimob oleh anggota TNI di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution ingin meluruskan informasi yang beredar. Ia menyatakan bahwa pernyataan dan cerita yang muncul tidak sepenuhnya akurat dan sesuai dengan fakta yang ditemukan.
Kapendam menjelaskan bahwa insiden yang terjadi bermula dari kehadiran dua anggota Kodim 1630/Manggarai Barat di acara syukuran pelantikan anggota Brimob pada malam 10 Juni 2026. Pratu I.B., Pratu I.W., dan Pratu F.R. diundang dan datang sebagai tamu di desa Gorontalo, dan diterima dengan baik oleh tuan rumah.
Namun, situasi berubah dramatis setelah instruksi untuk meninggalkan acara diberikan. Sekitar 15 anggota Brimob datang kembali ke lokasi, dan Kapendam menyampaikan bahwa anggota Brimob kemudian menarik Pratu I.B. dan menyerangnya. Pratu I.W. yang mencoba membantu juga mendapat perlakuan sama dan kedua prajurit mengalami pengeroyokan. Keterangan dari saksi mata mendukung pernyataan Kapendam tersebut.
Kapendam juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang tergesa-gesa dalam menarik kesimpulan sebelum investigasi selesai. Ia menegaskan akan ada tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran hukum tanpa pandang bulu, dan proses penyelidikan saat ini terus berlangsung untuk mendapatkan fakta yang lebih lengkap.

