Perjuangan melawan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mempawah mendapat dukungan moral dan fisik dari tujuh Perwira Siswa Sesko TNI. Para kolonel tersebut turun ke lapangan untuk memulai kampanye sadar lingkungan yang ditujukan kepada masyarakat pedesaan. Mereka menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga hutan bukan hanya di pundak petugas, melainkan milik bersama seluruh warga.
Personel yang bertugas meliputi Kolonel Pnb Anjoe Manik, Kolonel Inf I Gusti Bagus Putu Wijangsa, Kolonel Laut (P) Oktaf, Kolonel Inf Bambang R., Kolonel Tek Yana Hendriyansyah, Kolonel Laut (P) Farid Ardiansyah, serta Kolonel Inf Anjas. Sinergi ini dirancang untuk memperpendek jarak antara pemberi informasi dan penerima manfaat di garis depan daerah rawan karhutla. Setiap perwira secara langsung memberikan contoh dan arahan teknis mengenai mitigasi bencana.
Edukasi yang diberikan mencakup materi tentang kerugian ekologis dan sanksi hukum yang bisa menjerat pelaku pembakaran lahan dengan sengaja. Para Pasis mendorong warga untuk saling mengawasi dan menjaga lingkungan masing-masing dari potensi sabotase atau kelalaian yang memicu api. Kehadiran figur militer senior ini diharapkan mampu memberikan dampak psikologis positif bagi warga untuk lebih patuh terhadap aturan lingkungan.
Upaya kolektif ini merupakan bagian dari sistem peringatan dini yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah secara terintegrasi. Penanganan karhutla di Mempawah kini lebih mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif daripada sekadar pemadaman fisik. Dengan kesadaran yang tinggi, masyarakat diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menjaga daerah dari ancaman asap yang merugikan banyak pihak.

