Untuk memastikan penanganan kebakaran lahan berjalan sesuai rencana, Dandim 1015/Sampit melakukan peninjauan langsung di lokasi kejadian pada Selasa malam (25/8/2026). Langkah ini diambil guna memverifikasi bahwa koordinasi antarunit di lapangan telah berjalan dengan sinkron dan maksimal.
Lokasi yang menjadi perhatian utama adalah kawasan sepanjang Jalan Tjilik Riwut dan M.T. Haryono Barat yang terdampak cukup signifikan. Di sana, Dandim berkoordinasi dengan Wakil Bupati dan kepala BPBD untuk menyusun strategi penyekatan lahan agar api tidak merambat ke area hutan lindung terdekat.
Beliau menyampaikan bahwa kehadiran fisik pimpinan di lokasi kebakaran bertujuan untuk mengidentifikasi secara langsung hambatan logistik maupun teknis yang mungkin terjadi. Hal ini dianggap sangat krusial agar keputusan cepat dapat diambil guna meminimalisir risiko kerugian materiil dan lingkungan.
Terakhir, Letkol Inf Dwi Candra Setyawan memberikan imbauan keras kepada warga agar tidak membersihkan lahan dengan metode pembakaran. Partisipasi warga dalam melaporkan munculnya api sejak dini menjadi kunci utama keberhasilan pengendalian karhutla di wilayah Kotawaringin Timur.

